Jakarta-Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut STIAMI melakukan audiensi dan silaturahmi dengan Sekretaris Badan Supervisi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Dr. (c) Eko Kusnadi, S.Sos., M.Si., di Pacific Century Place lantai 26, Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan mahasiswa dan generasi muda.
Audiensi ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Keuangan Nasional. Selain mempererat hubungan kelembagaan, pertemuan tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai pentingnya edukasi keuangan bagi generasi muda, khususnya dalam memahami sistem keuangan nasional, pengelolaan keuangan pribadi, serta peran lembaga keuangan dalam menjaga stabilitas perekonomian.
Dalam pertemuan tersebut, BEM Institut STIAMI menyampaikan rencana penyelenggaraan seminar literasi keuangan sebagai program awal edukasi keuangan yang diharapkan dapat dikembangkan melalui kolaborasi bersama Badan Supervisi LPS.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar keuangan, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran dalam mengambil keputusan finansial secara bijak, memahami risiko keuangan, serta mengenali peran lembaga-lembaga yang berkontribusi terhadap stabilitas sistem keuangan Indonesia.
Rencana seminar tersebut juga diarahkan untuk membuka ruang dialog antara mahasiswa, pemangku kebijakan, dan pemangku kepentingan di sektor keuangan. Dalam rencana kegiatan itu, BEM Institut STIAMI turut menargetkan keterlibatan Kamrussamad, Anggota DPR RI Komisi XI, yang memiliki ruang lingkup tugas berkaitan dengan sektor keuangan dan perbankan.
Kolaborasi ini diharapkan dapat mempertemukan perspektif kelembagaan, kebijakan publik, dan kebutuhan edukasi mahasiswa sehingga literasi keuangan dapat disampaikan secara lebih komprehensif dan relevan dengan tantangan generasi muda.
Bagi BEM Institut STIAMI, inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas peran mahasiswa agar tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik dan organisasi, tetapi juga terlibat dalam mendorong peningkatan kualitas pemahaman publik terhadap isu-isu strategis nasional.
Melalui silaturahmi dan diskusi bersama Badan Supervisi LPS, BEM Institut STIAMI berharap rencana seminar literasi keuangan dapat menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan dalam membangun generasi muda yang lebih sadar finansial, kritis dalam memahami kebijakan ekonomi, dan mampu mengelola keuangan secara bertanggung jawab.
Momentum Hari Keuangan Nasional pun diharapkan menjadi pengingat bahwa literasi keuangan merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang mandiri secara finansial serta memiliki pemahaman yang baik mengenai sistem keuangan nasional.
Kontributor: Yusuf Wicaksono
Editor : Redaksi

















