Amarannews.com. Dompak-Kekayaan rempah Nusantara tidak hanya menyimpan warisan cita rasa dan tradisi, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang dapat terus dikembangkan melalui inovasi. Dengan pengolahan dan penyajian yang kreatif, minuman tradisional dapat tampil lebih modern, menjangkau generasi muda, sekaligus membuka peluang usaha baru.
Semangat inilah yang tercermin dari kehadiran Kafe Angetin Signature di Ruko Nagoya Gateway, Nagoya, Kota Batam. Usaha kuliner yang mengandalkan aneka minuman berbahan dasar rempah tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, saat meresmikan kafe itu, Kamis (15/10/2026).
Menurut Nyanyang, inovasi yang dilakukan pelaku usaha kuliner menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kekayaan pangan dan minuman tradisional Indonesia. Di tengah perubahan selera konsumen dan maraknya produk minuman modern, rempah Nusantara perlu terus diperkenalkan melalui pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Minum itu tidak selalu kopi. Ada wedang rempah yang bisa menjadi pilihan, sekaligus mengingatkan kita pada kekayaan bahan alami dan tradisi kuliner yang dimiliki Indonesia,” ujar Nyanyang.
Ia mengatakan, industri kuliner terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat. Kreativitas dalam mengolah bahan baku, memadukan cita rasa, serta menghadirkan tampilan produk yang menarik telah membuka ruang bagi pelaku usaha untuk menciptakan nilai tambah.
Perkembangan tersebut membuat masyarakat semakin mudah menikmati aneka kuliner dari berbagai daerah. Kuliner yang dahulu hanya dikenal di wilayah asalnya kini dapat hadir di berbagai kota, sementara sejumlah hidangan dan minuman tradisional kembali memperoleh perhatian melalui sentuhan inovasi.
“Sekarang kita dapat dengan mudah menemukan aneka kuliner Nusantara tanpa harus pergi jauh ke daerah asalnya. Ini menunjukkan bahwa kekayaan kuliner kita memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.
Namun, Nyanyang mengingatkan bahwa perkembangan kuliner tidak semata-mata soal mengikuti tren. Di balik sebuah produk, terdapat identitas budaya, kekayaan bahan baku, dan peluang ekonomi yang perlu dikelola secara berkelanjutan.
Karena itu, ia menilai kehadiran Angetin Signature menjadi salah satu contoh bagaimana minuman berbasis rempah dapat diperkenalkan kembali melalui konsep usaha yang lebih modern. Wedang jahe, wedang uwuh, kunyit asam, dan berbagai racikan rempah lainnya berpeluang menjadi pilihan masyarakat apabila dikemas secara menarik tanpa kehilangan karakter dasarnya.
“Jika generasi sekarang akrab dengan minuman boba, matcha, ocha, atau kopi, kita juga harus mengenal dan bangga terhadap minuman rempah yang telah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat kita. Jangan sampai kekayaan yang kita miliki justru kurang dikenal oleh generasi sendiri,” tegasnya.
Menurut Nyanyang, tantangan pelaku usaha kuliner tradisional adalah menghadirkan inovasi tanpa memutus hubungan dengan akar budaya. Cita rasa, kualitas bahan, konsistensi produk, dan kreativitas penyajian perlu berjalan beriringan agar minuman rempah mampu bersaing di tengah pasar yang semakin dinamis.
Dengan pendekatan tersebut, rempah tidak hanya dipandang sebagai bahan pelengkap masakan atau minuman rumahan, tetapi juga sebagai komoditas yang memiliki nilai tambah. Pengembangan produk berbasis rempah berpotensi membuka ruang bagi tumbuhnya usaha kuliner sekaligus memperluas pasar bagi bahan baku yang dihasilkan masyarakat.
Lebih jauh, Nyanyang berharap pertumbuhan usaha seperti Angetin Signature dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata. Kehadiran usaha baru dan perluasan cabang di berbagai kota diharapkan mampu membuka kesempatan kerja, meningkatkan kebutuhan terhadap bahan baku, serta mendorong aktivitas ekonomi yang melibatkan lebih banyak pihak.
“Yang kita harapkan bukan hanya tumbuhnya sebuah usaha, tetapi juga manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan penjualan produk, hingga bergeraknya perekonomian di sekitar usaha tersebut,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kreativitas dan keberanian berinovasi merupakan modal penting bagi pelaku usaha untuk bertahan dan berkembang. Usaha kuliner yang mampu membaca kebutuhan pasar, menjaga kualitas, serta mengangkat potensi lokal memiliki peluang untuk memperluas jangkauan sekaligus memperkuat daya saing produk daerah.
Sementara itu, pemilik Kafe Angetin, Dedi, menyampaikan rasa syukur atas dibukanya cabang kedua Angetin di Kota Batam. Sebelumnya, Angetin telah hadir di Batam Centre Mall.
Selain di Batam, Angetin juga telah membuka cabang di Kota Tanjungpinang dan Kota Jambi. Ekspansi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan usaha sekaligus menghadirkan pilihan minuman berbahan rempah bagi masyarakat di berbagai daerah.
Dedi mengatakan, pihaknya berencana melanjutkan pengembangan usaha dengan membuka cabang di Kota Pekanbaru dan Kota Medan.
“Kami berharap, dengan bertambahnya cabang di sejumlah kota, Angetin dapat menghadirkan pilihan kuliner yang berbeda bagi masyarakat. Kami ingin minuman rempah dengan cita rasa Nusantara semakin dikenal dan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan,” pungkasnya.
Kehadiran Angetin Signature menunjukkan bahwa warisan kuliner tradisional memiliki ruang untuk terus tumbuh di tengah perubahan zaman. Dengan inovasi, kualitas, dan pengembangan usaha yang berkelanjutan, kekayaan rempah Nusantara bukan hanya dapat dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya, tetapi juga dikembangkan menjadi sumber nilai ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat. (Red)




















